Logo ASAD

ASAD Kota Banda Aceh

Pelatih PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh lulus dalam penataran IPSI

Dipublikasikan pada: 12 May 2025 08:12

Pelatih PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh lulus dalam penataran IPSI

Banda Aceh - Salah satu anggota Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Banda Aceh sukses menuntaskan program penataran Pelatih dan Wasit Juri Tingkat III yang diadakan IPSI Kota Banda Aceh.

Penataran ini berlangsung selama empat hari, dari 9 hingga 12 Mei 2025, dan diikuti oleh 50 peserta dari berbagai perguruan pencak silat di wilayah Banda Aceh.

Ketua PERSINAS ASAD Banda Aceh, Achmad Mu'min, menyambut baik hasil ini dan mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan Muhammad Abdul Azis, peserta dari ASAD yang dinyatakan lulus.

"Alhamdulillah, kami bersyukur atas kelulusan ini. Ini merupakan pencapaian penting bagi perguruan kami," ujarnya pada Senin (12/5).

Achmad menjelaskan bahwa para peserta mengikuti rangkaian kegiatan teori dan praktik secara intensif sesuai kurikulum resmi dari IPSI.

"Materinya sangat komprehensif, mencakup aspek teknis pertandingan, etika wasit dan juri, hingga latihan praktik langsung di lapangan,"‌ jelasnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pencak silat, khususnya di Banda Aceh.

"Penataran ini berperan besar dalam mempersiapkan pelatih dan wasit yang profesional. Hasilnya akan berdampak langsung pada kualitas pembinaan atlet," kata Achmad.

"Dirinya juga mengapresiasi IPSI Kota Banda Aceh sebagai penyelenggara kegiatan yang dianggap berjalan dengan lancar dan penuh manfaat.

"Kami sangat berterima kasih kepada IPSI atas pelaksanaan kegiatan ini. Materi yang disampaikan sangat berbobot dan aplikatif," ucapnya.

Achmad berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar secara rutin agar perkembangan dunia pencak silat di Aceh semakin terarah dan profesional.

"Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan, saya yakin potensi pencak silat Aceh akan terus berkembang ke arah yang lebih baik," tambahnya.

Ia pun mendorong para peserta yang telah lulus agar menerapkan ilmu yang didapat dengan penuh tanggung jawab di lingkungan masing-masing.

"Lulus bukan berarti selesai. Justru ini adalah titik awal tanggung jawab mereka sebagai pelatih dan wasit yang berintegritas,"‌ tegasnya.

Sebagai penutup, Achmad menyampaikan komitmen PERSINAS ASAD Banda Aceh untuk terus mengikutsertakan kadernya dalam berbagai pelatihan resmi demi kemajuan pencak silat.

"Kami ingin terus membina silat bukan hanya sebagai warisan budaya, tapi juga sebagai prestasi. Dukungan semua pihak tentu sangat kami harapkan,"‌ tutupnya.