IPSI dan Kemenpora Apresiasi PERSINAS ASAD dalam Munas VI di Jakarta Timur
Dipublikasikan pada: 08 Jan 2026 12:36
Banda Aceh - Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) VI PERSINAS ASAD yang berlangsung mulai 7 hingga 8 Januari 2026 di Grand Ballroom Minhaajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur. Kegiatan ini digelar secara hybrid dan diikuti oleh ketua serta sekretaris Pengurus Provinsi se-Indonesia, serta dihadiri tamu undangan dari berbagai perguruan pencak silat.
Munas VI PERSINAS ASAD menjadi momentum penting dalam konsolidasi organisasi sekaligus refleksi perjalanan perguruan pencak silat yang berakar kuat pada nilai budaya bangsa. Kegiatan ini juga menegaskan komitmen PERSINAS ASAD dalam menjaga warisan leluhur melalui jalur pembinaan prestasi dan karakter.
Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Brigjen TNI (Purn) Agus Susarso, dalam sambutannya menekankan bahwa mencintai warisan budaya pencak silat bukanlah perkara mudah, karena membutuhkan proses panjang, kesabaran, serta ketulusan hati.
“Kecintaan terhadap warisan budaya dengan mengedepankan sportivitas dan nilai kesaktian itu tidak mudah, butuh waktu serta kebersihan hati,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur memang tidak bisa ditanamkan secara instan, namun dengan kesabaran dan konsistensi, nilai tersebut dapat menyatu dalam kehidupan sehari-hari sebagai karakter yang dihargai di mana pun berada.
“Alhamdulillah, prinsip-prinsip luhur dan bijak dari para leluhur itu kini dapat diaplikasikan sebagai karakter yang ternyata dihargai di berbagai lingkungan,” kata Agus.
Menurut Agus, peningkatan kualitas PERSINAS ASAD juga tidak terlepas dari sinergi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), baik melalui pelatihan yang difasilitasi IPSI maupun inisiatif PERSINAS ASAD mengundang para ahli untuk berbagi ilmu.
“Kami merasakan peningkatan kemampuan lewat berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh IPSI, atau sebaliknya kami mengundang para tokoh untuk datang dan memberikan ilmunya,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan perkembangan organisasi yang signifikan sejak bergabung dengan IPSI. Dari awalnya hanya memiliki kepengurusan di 24 provinsi, kini PERSINAS ASAD telah hadir di 37 provinsi.
“Alhamdulillah, saat ini kami sudah ada di 37 provinsi. Sementara Papua Barat dan Papua Pegunungan masih dalam tahap persiapan kepengurusan dan fasilitas,” jelasnya.
Agus turut menyoroti keberadaan ratusan bahkan ribuan perguruan silat lokal di Indonesia yang memiliki kekhasan dan keindahan tersendiri, namun belum seluruhnya terdata dan tersentuh pembinaan.
“Mereka sebenarnya punya potensi besar dengan ciri khas masing-masing. Sudah saatnya didata, dihimpun, dan diorganisir agar menjadi benteng budaya serta menghindari konflik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB IPSI yang diwakili Ketua Harian PB IPSI, H. Benny G Sumarsono, menyampaikan apresiasinya terhadap kekuatan persaudaraan yang terbangun di PERSINAS ASAD. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci agar pencak silat dapat berkembang hingga tingkat global.
“Persaudaraan inilah yang harus kita ikat bersama, karena dengan kebersamaan saya yakin pencak silat bisa menjadi rumah di seluruh dunia,” ucap Benny.
Benny mengaku terkesan dengan fasilitas dan suasana padepokan PERSINAS ASAD yang dinilainya sangat megah dan mencerminkan kesatuan yang kuat.
“Saya merasa adem ayem loh jinawi di sini. Ini padepokan yang sangat mewah, bahkan IPSI pun harus bercermin dari PERSINAS ASAD,” katanya.
Ia menilai sikap saling menghormati dan menghargai antaranggota menjadi fondasi utama kemajuan pencak silat.
“Tanpa saling menghormati dan menghargai, pencak silat tidak akan berkembang. Inilah contoh yang harus kita tiru,” ujar Benny.
Meski tergolong perguruan yang relatif muda, Benny menilai PERSINAS ASAD menunjukkan kemajuan luar biasa dalam kebersamaan dan prestasi atlet.
“Usianya baru sekitar 30 tahun, tapi kebersamaan dan kesatuannya luar biasa. Harapan saya, PERSINAS ASAD tidak hanya ada di Indonesia, tapi juga di Asia, Eropa, dan seluruh dunia,” ungkapnya.
Kemenpora RI yang diwakili Asisten Deputi Kemenpora, Khairil Adha, S.Pd, M.Si, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir karena agenda yang padat.
“Bapak Menpora sebenarnya ingin hadir, namun karena kesibukan beliau akhirnya mendelegasikan kepada saya,” ujarnya.
Khairil Adha menilai PERSINAS ASAD sebagai salah satu perguruan pencak silat yang luar biasa dan berpotensi melahirkan atlet-atlet nasional hingga tingkat dunia.
“Kami yakin dari PERSINAS ASAD akan lahir atlet-atlet berprestasi, bahkan insyaallah juara-juara Olimpiade yang mengharumkan nama bangsa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa olahraga, khususnya pencak silat, merupakan bukti kedigdayaan bangsa Indonesia di mata dunia.
“Ada dua hal yang membuat Indonesia dikenal dunia, yaitu kehadiran presiden di forum internasional dan prestasi atlet yang mengharumkan nama bangsa. Kami yakin itu bisa datang dari PERSINAS ASAD,” ujarnya.
Khairil Adha juga mengajak seluruh insan pencak silat untuk terus menggerakkan budaya bangsa melalui olahraga tradisi yang sarat nilai.
“Mari kita gerakkan budaya bangsa melalui pencak silat. Selama kita berolahraga dengan baik, insyaallah akan tumbuh sehat lahir dan batin,” pungkasnya. (mukmin).